q3G8bV1De9z34QIMqx5YtPRLIOY Physics Education Blog: Dasar dasar Pengetahuan

Monday, December 9, 2013

Dasar dasar Pengetahuan



Pengetahuan merupakan suatu hal yang dapat dirasakan oleh satu atau semua panca indra, baik dengan usaha sadar maupun tidak. Pengetahuan tersebut dapat disebut pula sebagai informasi yang akan diproses oleh otak manusia baik dijadikan sebagai gagasan awal untuk mencari ilmu pengetahuan, maupun hanya sebagai bahan pemenuhan dari kebutuhan akan informasi sebagai pemuas akal.

Pengetahuan erat kaitannya dengan pendidikan, menurut Ibnu Muqaffa (102-139 H) mengatakan bahwa pendidikan adalah apa yang kita butuhkan untuk memiliki sesuatu yang akan menguatkan semua indra kita seperti makanan dan minuman, untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santapan akal dan rohani.
Dalam mencari ilmu pengetahuan, para subjek pencari tahu melakukan pengamatan pada kejadian di dunia ini dengan selalu menerapkan sikap ilmiah. Baik dengan melakukan pengamatan yang tepat, mengumpulkan data dengan metode dan aturan yang berlaku, menganalisa data yang didapat secara sahih, maupun dalam menarik kesimpulan yang betul.
Realita yang terjadi didunia nyata merupakan objek dari ilmu pengetahuan yang dapat diamati dan dikumpulkan menjadi informasi awal. Pengumpulan informasi dapat melalui tiga cara,yaitu pernyataan dari otoritas,  kontak langsung, dan kontak tidak langsung.
Pernyaatan dari otoritas adalah pengetahuan yang didapat dengan mendengarkan penuturan dari or ang-orang yang telah memiliki pengalaman akan pengetahuan tersebut. Mereka telah memiliki pendidikan, kemasyuran dibidang disiplin ilmu yang berkaitan dengan objek yang akan kita cari tahu. Mereka memiliki pengalaman dan terus konsistensi dengan ilmu dan kemajuan zaman.
Kontak langsung merupakan cara memperoleh pengetahuan yang dilakukan dengan cara mengobservasi ataupun mengamati secara langsung apa yang ada di alam tanpa perantara pihak lain,  cara ini dapat dilakukan apabila memungkin untuk dilakukan. Setelah dilakukan, kita  akan mendapat suatu pengalaman yang akan dijadikan informasi awal.
Kontak tidak langsung  didapat dengan mendengarkan pemaparan pihak lain berupa kesaksian, orang-orang yang menggunakan menggunakan cara ini adalah mereka yang sudah memiliki teori-teori lain yang dijadikan bahan acuan dalam menangkap realita orang lain, misalnya ilmuan. Cara ini dilakukan secara koheren yaitu kesesuaian pengetahuan mereka dengan teori lain yang yang berkaitan, mereka meneliti secara konsisten terus menerus hingga menjadi informasi awal untuk pengalaman.
Setelah kita mengetahui tiga cara diatas, menurut hemat penulis, pengetahuan yang berasal dari orang-orang yang menerapkan cara ini kontak tidak langsung lebih baik dari yang lain. Karena mereka memiliki kemampuan berfikir yang baik serta ditunjang oleh kemahiran dalam segi bahasa, baik pemaparan dalam bentuk tulisan maupun secara langsung.
Jika kita cermati ketiga cara tersebut berujung pada pengalaman yang menjadi pondasi awal untuk membangun suatu pengetahuan, pengalaman tersebut akan disadari oleh kita  yang mengalami objek, dan objek yang disadari oleh kita . Kedua hal tersebut akan membentuk kesadaran didalam diri kita  akan pengalaman dari objek yang dialami.
Melalui kesadaran yang ada pada kita  pengalaman akan masuk kedalam proses pengungkapan, kita  dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa yang baik dan benar agar apa yang ada dipikirannya sama dengan apa yang pihak lain baca dalam tulisan kita. Supaya tidak membuat suatu ambiguitas argumen
Setelah kita mampu mengungkapkan pengalaman yang didapat, sekarang kita tidak hanya menyadari tapi telah kita mengerti dan tertanam dalam otak kita khususnya kedalam pikiran kita,selanjutnya kita harus mencari apa saja yang keliru dalam proses-proses sebelumnya dalam kekeliruan relevansi .
Sumber : mata kuliah dasar dasar mipa
To be Continue

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kesediaan memberikan komentar, jangan lupa share ya..
Orang bijak berkomentar dengan baik